Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto mengakui, pertumbuhan permintaan mobil Toyota tahun ini cukup tinggi, yakni lebih dari 50 persen. Peningkatan ini tidak bisa diantisipasi oleh produsen mobil karena produsen mengacu pada permintaan tahun lalu yang tidak terlalu tinggi.
"Penyesuaian produksi tidak bisa catch up permintaan. Karena dulu kapasitas cuma sampai 900 unit per bulan, sulit didorong sampai 1.500 unit," kata Joko disela peluncuran New Toyota Rush di Jakarta hari ini. Akibatnya, permintaan yang tinggi itu sulit dipenuhi karena persediaan terbatas.
Toyota mencatat total penjualan di tingkat ritel antara 200 sampai 203 ribu unit mobil sampai September. Bulan lalu penjualan mobil Toyota tercatat 18.789 unit di tingkat ritel dan 18.413 unit (wholesales).
Ia menjelaskan, rasio persediaan dengan permintaan mobil Toyota antara 0,39-0,4 persen. Artinya, ada sekitar 0,4 persen permintaan yang tidak bisa langsung dipenuhi. Kekosongan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pasar tersebut akan direbut oleh kompetitor, meski tidak terlalu besar.
"Umumnya kalau indent satu bulan belum mengkkhawatirkan, Kalau sudah tiga sampai bulan, baru bahaya. Dulu ketika belum banyak kompetitor, konsumen bersedia menunggu walaupun satu tahun indent (sekarang situasinya berbeda)," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar